Seorang pria muda ditemukan tewas dalam kondisi tergantung di Flyover Mochtar Kusumaatmadja, atau yang lebih dikenal sebagai Flyover Pasupati, Kota Bandung. Kejadian tragis ini terjadi pada Jumat (31/10/2025) malam dan langsung menjadi perhatian publik. Mayat korban ditemukan sekitar pukul 22.26 WIB oleh petugas penyelamatan setempat.
Kronologi kejadian berawal dari laporan saksi mata yang melihat korban berdiri di atas pembatas jembatan. Saksi mencoba mencegahnya, tetapi upaya tersebut terlambat. Korban akhirnya melompat dan mengakhiri hidupnya secara tragis. Saat ditemukan, korban masih mengenakan helm hitam dan jaket, serta terikat tali webbing pada besi pembatas jembatan.
Evakuasi korban dilakukan dengan bantuan mobil crane dan enam personel tim rescue. Petugas menyatakan bahwa korban sudah tidak bernyawa saat dievakuasi. Tidak ada tanda-tanda kehidupan yang terdeteksi. Di lokasi kejadian, ditemukan motor Yamaha Aerox berplat nomor D 3231 AFE yang diduga milik korban.
Korban yang dikenal dengan inisial KW (19 tahun) adalah warga asal Cibuntu Sayuran, Bandung Kulon. Penyidik Polrestabes Bandung dan Polsek Bandung Wetan menduga bahwa korban mengalami frustasi berat akibat tekanan ekonomi. Ia diduga menjadi tulang punggung keluarganya, sehingga menimbulkan beban mental yang sangat berat.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan surat wasiat, hanya pesan WhatsApp kepada pacarnya yang berisi “Capek menjalani Hidup”. Pesan tersebut menjadi petunjuk utama bagi penyidik untuk memahami kondisi psikologis korban sebelum mengakhiri hidupnya.
Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk memeriksa telepon genggam korban dan mengumpulkan keterangan dari orang-orang terdekatnya. Selain itu, proses identifikasi korban juga sedang dilakukan oleh Tim Inafis Polrestabes Bandung.

Kejadian ini memicu reaksi dari masyarakat dan media sosial. Banyak netizen yang menyampaikan rasa belasungkawa dan meminta agar kasus seperti ini bisa dihindari. Sejumlah komunitas lokal juga mulai memperkuat program pendampingan mental dan dukungan sosial guna mencegah tindakan nekat semacam ini.
Pihak kepolisian telah menegaskan bahwa mereka akan terus memastikan proses penyelidikan berjalan secara transparan dan profesional. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memberikan dukungan kepada sesama yang mungkin mengalami kesulitan psikologis.
Kasus ini menjadi peringatan penting tentang pentingnya pengawasan dan dukungan terhadap individu yang mungkin mengalami tekanan berlebihan. Semoga kejadian ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan mental di tengah masyarakat.