Sebanyak 75 pria diamankan oleh polisi setelah penggerebekan pesta seks sesama jenis yang digelar di sebuah villa di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. Acara yang dikemas sebagai “family gathering” ternyata diduga merupakan pertemuan LGBT. Kasus ini menimbulkan perhatian publik dan menjadi topik viral di media sosial.
Kasus ini terjadi pada Minggu (22/6/2025) malam, setelah masyarakat melaporkan adanya aktivitas tidak wajar di lokasi tersebut. Polres Bogor bersama Polsek Megamendung langsung melakukan operasi dan menemukan sejumlah orang sedang menggelar acara yang mencurigakan. Mereka tengah berpartisipasi dalam lomba menyanyi, menari, serta pemilihan konten The Big Star.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan empat bungkus kondom baru dan satu buah pedang yang digunakan sebagai properti tari. Selain itu, para peserta juga membayar biaya masuk sebesar Rp 200 ribu per orang. Saat ini, polisi masih melakukan pendalaman terhadap 75 orang tersebut dan berkoordinasi dengan Dinas Sosial serta Kesehatan Kabupaten Bogor untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menjelaskan bahwa dari jumlah 75 orang yang diamankan, terdapat 74 laki-laki dan satu perempuan. Mereka berasal dari wilayah Jabodetabek dan berusia antara 21 hingga 50 tahun. Selain itu, informasi dari panitia mengungkapkan bahwa acara serupa pernah digelar sebelumnya di luar Bogor.

Polisi memperkuat proses penyidikan kasus ini dengan memeriksa 10 orang terkait. Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Teguh Kumara, menyatakan bahwa kasus ini sudah naik ke penyidikan. Pasal yang disangkakan adalah Pasal 33 Undang-Undang Pornografi dan Pasal 296 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Reaksi publik terhadap kasus ini cukup signifikan, terutama karena melibatkan warga Bekasi. Banyak netizen mengkritik kegiatan yang dinilai melanggar norma dan nilai-nilai masyarakat. Beberapa komentar viral di media sosial menyoroti pentingnya menjaga keamanan dan keteraturan di lingkungan masyarakat.
Pernyataan resmi dari Kepolisian dan lembaga terkait menunjukkan bahwa mereka akan terus memproses kasus ini secara transparan dan profesional. Dampak dari kejadian ini juga memberikan pelajaran tentang pentingnya kesadaran masyarakat dalam melaporkan aktivitas yang mencurigakan.
Penutup
Saat ini, kasus pesta gay di Villa Puncak Bogor masih dalam proses penyidikan. Polisi terus melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan saksi-saksi lainnya. Publik tetap menantikan hasil akhir dari proses hukum yang sedang berlangsung. Dengan adanya kasus ini, diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada dan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan sekitar.