Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria mengenakan seragam loreng diamankan warga viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, pada Selasa (4/2/2025). Pria tersebut diketahui sebagai oknum TNI gadungan yang mencoba meminta barang gratis di toko material.
Menurut Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat, pria itu diamankan setelah mendatangi toko material dan tidak membawa uang. “Jadi di situ dia ngakunya mau beli barang material tapi tidak membawa uang, akhirnya mungkin minta ke pemilik untuk dapat gratis atau ngutang dulu sampai menimbulkan kecurigaan,” kata Gofur.
Pemilik toko akhirnya menanyai yang bersangkutan, namun pria tersebut langsung gugup. Lantaran gelagapan, akhirnya oknum TNI gadungan diamankan oleh warga setempat. “Sampai akhirnya diamankan oleh warga setempat. Kemudian anggota Polsek Cimahi Selatan datang ke lokasi lalu membawa yang bersangkutan,” kata Gofur.
Oknum TNI gadungan itu masih menjalani pemeriksaan di Polsek Cimahi Selatan terkait motifnya serta sumber seragam loreng yang dipakainya. “Sampai saat ini masih terus diperiksa, kita dalami kemungkinan dia sempat melakukan aksi serupa di lokasi lain. Cuma memang sampai saat ini juga korban belum membuat laporan secara resmi,” tambah Gofur.
Kronologi Kejadian
Peristiwa berawal dari tindakan seorang pria yang mengenakan seragam loreng dan mengaku sebagai anggota TNI. Ia datang ke toko material di wilayah Cimahi Selatan, tetapi tidak membawa uang. Pria tersebut meminta barang gratis atau utang, yang akhirnya menimbulkan kecurigaan pemilik toko.
Setelah menanyai pria tersebut, pemilik toko merasa curiga dengan sikap dan jawaban yang diberikan. Akibatnya, warga setempat turun tangan dan mengamankan pria tersebut. Anggota polisi kemudian tiba di lokasi dan membawa pria tersebut ke kantor polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Unsur KKN yang Dipermasalahkan
Insiden ini menunjukkan adanya indikasi korupsi, kolusi, dan nepotisme. Meskipun belum ada bukti konkret, tindakan pria tersebut bisa dilihat sebagai penyalahgunaan atribut militer untuk kepentingan pribadi. Selain itu, kecurigaan terhadap sumber seragam loreng yang digunakan juga menjadi pertanyaan besar.
Tidak hanya itu, kasus ini juga menunjukkan kurangnya pengawasan terhadap penggunaan atribut militer. Dengan mudahnya seseorang bisa memakai seragam TNI tanpa izin, menunjukkan celah dalam sistem pengamanan dan identifikasi personel militer.
Reaksi Publik & Media Sosial
Video yang menampilkan pria tersebut diamankan viral di media sosial. Banyak netizen menyampaikan kekecewaan terhadap tindakan oknum TNI gadungan yang mencoreng nama institusi TNI. Beberapa komentar menyoroti pentingnya pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelaku.
Hashtag seperti #OknumTNIGadungan dan #CimahiViral mulai ramai dibicarakan. Netizen juga meminta pihak berwajib untuk segera menuntaskan kasus ini agar tidak terulang kembali.

Pernyataan Resmi
Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat, menyatakan bahwa pihaknya sedang mendalami kasus ini. “Sampai saat ini masih terus diperiksa, kita dalami kemungkinan dia sempat melakukan aksi serupa di lokasi lain,” katanya.
Selain itu, pihak TNI juga diminta untuk memberikan pernyataan resmi terkait penggunaan atribut militer oleh pihak luar. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam pengelolaan seragam dan identitas militer.
Dampak & Implikasi
Kasus ini tentu saja merusak citra TNI di mata masyarakat. Tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab dapat memicu ketidakpercayaan publik terhadap institusi militer. Selain itu, insiden ini juga menjadi peringatan bagi aparat keamanan untuk meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan atribut militer.
Selain dampak pada reputasi, kasus ini juga bisa menjadi dasar bagi pihak berwenang untuk memperkuat aturan terkait penggunaan seragam militer. Jika tidak segera ditangani, potensi penyalahgunaan atribut militer akan semakin tinggi.
[IMAGE: Oknum TNI Gadungan di Cimahi Minta Barang Gratis di Toko Material]
Penutup
Hingga saat ini, oknum TNI gadungan masih menjalani pemeriksaan di Polsek Cimahi Selatan. Masyarakat menantikan hasil penyelidikan lebih lanjut dan tindakan tegas dari pihak berwajib. Kasus ini juga menjadi momentum untuk memperkuat pengawasan dan transparansi dalam penggunaan atribut militer.
Semoga kasus ini bisa menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak untuk menjaga integritas dan martabat institusi TNI.