Penulis Wawan Ridwan, S.E
Adalah Penggiat Sosial Kemasyarakatan. Tinggal di Kabupaten Garut Jawa Barat.
Jabar.Newsz.id, Perbedaan awal Ramadan dan satu Syawal sering muncul karena adanya perbedaan konsep matlak dan rukyat global. Matlak merujuk pada wilayah terbitnya hilal. Perbedaan lokasi geografis menyebabkan posisi hilal tidak sama antara satu daerah dan daerah lain. Sehingga hasil rukyat bisa berbeda.
Hilal adalah bulan sabit muda pertama yang muncul di ufuk barat setelah matahari terbenam (konjungsi/ijtimak), menandai dimulainya bulan baru dalam kalender Hijriah. Peristiwa ini krusial sebagai acuan syariat penentuan awal Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha.
Tahun Masehi muncul berdasarkan dua dasar utama: secara teologis menandai tahun kelahiran Yesus Kristus (Isa Al-Masih) sebagai tahun 1, dan secara astronomis didasarkan pada siklus revolusi bumi mengelilingi matahari (kalender surya/Syamsiah) yang berdurasi 365,25 hari. Sistem ini awalnya dirancang oleh Dionysius Exiguus pada tahun 527 M.
Tahun Masehi dilatarbelakangi oleh peredaran bumi mengelilingi matahari (solar/syamsiyah) dan didasarkan pada kelahiran Nabi Isa AS, dengan siklus 365-366 hari. Sebaliknya, tahun Hijriah didasarkan pada peredaran bulan (lunar/qamariyah) mengelilingi bumi, bermula dari hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah, dengan siklus 354-355 hari.
Berikut adalah rincian latar belakang masing-masing:
Kalender Masehi (Syamsiyah):
Dasar, peredaran bumi mengelilingi matahari (revolusi bumi).
Acuan Waktu. Awal bulan tidak memiliki penanda khusus, namun secara historis dikaitkan dengan kelahiran Nabi Isa AS.
Karakteristik, memiliki 365-366 hari per tahun (kabisat setiap 4 tahun). Awal hari dimulai pukul 00.00 tengah malam.
Tujuan digunakan secara umum untuk penanggalan internasional.
Adapun Tahun Hijriyah didasarkan pada peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 M, yang ditetapkan oleh Khalifah Umar bin Khattab untuk merapikan administrasi dan penanggalan Islam. Peristiwa ini dipilih karena merupakan simbol perubahan besar, perjuangan, dan awal berdirinya komunitas Islam yang berdaulat.
Berikut adalah poin-poin penting yang mendasari lahirnya tahun Hijriyah:
Peristiwa Hijrah sebagai Titik Awal. Dipilihnya momen hijrah Nabi dari Makkah ke Madinah (622 M) karena merupakan momen krusial yang memisahkan kebenaran dan kebatilan, serta awal masa kejayaan Islam di Madinah.
Usulan Sahabat Khalifah Umar bin Khattab memutuskan untuk membuat kalender resmi setelah menerima surat tanpa tahun dari Abu Musa al-Asy’ari, yang menyebabkan kebingungan administrasi. Atas saran Ali bin Abi Thalib dan disetujui para sahabat, ditetapkanlah peristiwa hijrah sebagai tahun pertama.
Perhitungan Qamariyah (Bulan). Kalender ini menggunakan sistem peredaran bulan (komariah), bukan matahari, dengan Muharram sebagai bulan pertamanya. Simbol Perjuangan. Hijrah melambangkan semangat perjuangan, pengorbanan, dan transformasi umat dari kondisi sulit menuju peradaban yang lebih baik.
Keputusan Resmi: Penetapan sistem penanggalan ini resmi dilakukan pada tahun ke-17 setelah hijrah (sekitar 638 M).
Kalender Hijriah (Qamariyah).
Dasarnya peredaran bulan mengelilingi bumi.
Acuan Waktu. Ditetapkannya pada masa Khalifah Umar bin Khattab dengan mengacu pada peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke Madinah pada tahun 622 M.
Karakteristik memiliki 354-355 hari per tahun. Awal bulan ditandai dengan munculnya hilal (bulan sabit baru). Awal hari dimulai saat matahari terbenam.
Tujuan digunakan sebagai pedoman umat Islam untuk ibadah (Ramadhan, Idul Fitri, Haji).
Perbedaan dasar ini (Matahari vs Bulan) menyebabkan kalender Hijriah lebih pendek 10-12 hari dibanding Masehi, sehingga hari besar Islam selalu bergeser maju setiap tahunnya dalam kalender Masehi. Demikian.
Referensi tulisan ini diambil dari berbagai sumber.