Seorang warga di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, meninggal dunia setelah tertembak senjata milik seorang petugas kepolisian saat berlangsungnya acara hiburan dangdut. Kejadian ini memicu perhatian publik dan menimbulkan pertanyaan tentang penggunaan senjata api dalam situasi yang tidak terduga.
Kronologi kejadian bermula dari sebuah acara temu kangen Karang Taruna yang diselenggarakan di Padukuhan Wuni, Nglindur, Kapanewon Girisubo, Gunungkidul, pada Minggu (14/5) malam. Acara tersebut berlangsung sekitar pukul 20.00 WIB dan dihadiri oleh banyak warga setempat. Namun, sekitar pukul 22.30 WIB, terjadi keributan antarpenonton. Suara letusan senjata api yang diduga berasal dari senjata milik Briptu MK terdengar beberapa menit kemudian.
Aldi Apriyanto (19), seorang pemuda setempat, tewas setelah terkena tembakan. Saat itu, Aldi duduk di depan panggung, di area yang biasanya digunakan untuk panitia. Menurut saksi mata, polisi yang sedang melakukan pengamanan di atas panggung mencoba turun, dan pelatuk senjata secara tidak sengaja terpicu, mengenai bagian punggung Aldi hingga tembus pinggang.
“Posisinya masih berkalung ID panitia dan setelah tertembak korban tidak sadarkan diri,” ujar Dukuh Wuni David Nurvianto. Aldi langsung dilarikan ke RSUD Wonosari namun nyawanya tidak tertolong.
Polda DIY menyatakan bahwa kasus ini sedang ditangani baik secara internal maupun pidana umum. Kasubbid Penmas Bidhumas Polda DIY AKBP Verena SW menjelaskan, “Kami Polda DIY mengucapkan turut berduka cita atas kejadian yang menimpa saudara Aldi Aprianto.”
Insiden ini juga sempat viral di media sosial, dengan video yang menunjukkan adegan kericuhan dan suara letusan senjata. Akun @merapi_undercover membagikan rekaman tersebut, yang menunjukkan korban terkapar di depan panggung setelah terkena tembakan.
Reaksi masyarakat terhadap kejadian ini sangat beragam. Banyak yang menyampaikan dukacita kepada keluarga korban, sementara lainnya mempertanyakan penggunaan senjata api dalam situasi yang tidak terduga. Beberapa netizen juga menyoroti pentingnya pengawasan dan pelatihan petugas kepolisian dalam menghadapi acara masyarakat.

Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan telah menyatakan akan mengusut insiden ini. “Penyidikan akan dilakukan oleh Polda DIY. Nanti penjelasannya akan disampaikan Humas,” ujarnya saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com.
Sementara itu, keluarga Aldi mengungkapkan rasa duka yang mendalam. Mereka berharap proses hukum dapat berjalan cepat dan transparan agar keadilan bisa ditegakkan. Selain itu, mereka juga meminta pihak berwenang untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Kasus ini menjadi peringatan bagi aparat kepolisian untuk lebih waspada dalam menjalankan tugas pengamanan di acara masyarakat. Penggunaan senjata api harus dipertimbangkan dengan matang, terutama dalam lingkungan yang tidak sepenuhnya terkontrol. Dengan adanya insiden seperti ini, penting bagi institusi kepolisian untuk mengevaluasi prosedur dan standar operasional dalam penggunaan alat kekuatan.