Pada Senin 23 September 2024, warga sekitar Griya Arcamanik, Bandung, digegerkan oleh penemuan mayat seorang laki-laki. Mayat pria tersebut ditemukan tergeletak di dekat area parkir Griya Arcamanik dan hingga saat ini, identitas korban serta penyebab kematiannya masih belum diketahui. Penemuan ini memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat setempat.
Mayat pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang sedang melintas sekitar lokasi. Warga tersebut segera melaporkan penemuan tersebut kepada pihak berwajib, yang kemudian langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Saat ditemukan, mayat dalam kondisi tertelungkup dan tidak ada identitas yang ditemukan di sekitar tubuh korban.
Polisi telah membawa jenazah korban ke Rumah Sakit untuk dilakukan otopsi guna memastikan penyebab kematian. Selain itu, pihak kepolisian juga memasang garis polisi di sekitar lokasi penemuan mayat untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. “Kami masih mengumpulkan informasi dari para saksi dan memeriksa CCTV di sekitar lokasi untuk mengetahui kronologi kejadian,” ujar pihak kepolisian.
Penemuan ini membuat warga sekitar Griya Arcamanik merasa cemas dan khawatir. Beberapa di antaranya berharap agar pihak kepolisian segera mengungkap identitas korban dan penyebab kematian untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Dari informasi yang diperoleh, korban ditemukan dengan menggunakan kaos bertuliskan “Man Jadda Wa Jada”. Kata-kata ini sering digunakan sebagai motivasi dalam kehidupan sehari-hari, yang artinya “Barang siapa yang bersungguh-sungguh, dia akan berhasil”. Namun, penemuan mayat dengan kaos seperti itu menimbulkan banyak tanda tanya bagi masyarakat.

Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui apakah kasus ini merupakan kematian alami atau ada indikasi kekerasan. Hasil otopsi dan pemeriksaan lanjutan akan menjadi dasar bagi mereka untuk mengetahui penyebab kematian korban.
Para ahli dan pengamat mengatakan bahwa penemuan mayat di tengah kota seperti Bandung bisa saja terkait dengan kasus-kasus kriminal yang sering terjadi. Namun, hingga saat ini, belum ada informasi pasti mengenai hubungan antara kaos “Man Jadda Wa Jada” dengan kejadian tersebut.
Warga sekitar berharap pihak kepolisian dapat segera mengungkap kasus ini dan memberikan jawaban yang jelas bagi masyarakat. Mereka juga berharap agar keamanan di lingkungan sekitar dapat ditingkatkan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan belum memberikan pernyataan resmi mengenai kasus ini. Para saksi dan informasi tambahan masih dalam proses pengumpulan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya.